Inti berita ini adalah:
- ServiceNow menggelontorkan investasi sebesar $40 juta atau sekitar Rp716,12 miliar untuk mengambil kepemilikan saham sekitar 5% di BusinessNext.
- Pendanaan strategis ini menempatkan valuasi perusahaan perangkat lunak perbankan asal India tersebut pada angka $700 juta atau setara dengan Rp12,53 triliun.
- Kerjasama ini berfokus pada integrasi platform otomatisasi alur kerja ServiceNow dengan kapabilitas perbankan otonom berbasis kecerdasan buatan dari BusinessNext.
- BusinessNext melayani lebih dari 70 bank di India, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Serikat dengan sekitar separuh pendapatannya berasal dari luar negeri.
Perusahaan perangkat lunak enterprise asal Amerika Serikat, ServiceNow, resmi mengumumkan investasi strategis senilai $40 juta atau sekitar Rp716,12 miliar pada perusahaan spesialis perangkat lunak perbankan asal India, BusinessNext. Langkah korporasi yang diumumkan pada bulan Juli 2026 ini bertujuan untuk memperkuat posisi ServiceNow di sektor jasa keuangan global. Melalui transaksi tersebut, ServiceNow mengamankan sekitar 5% kepemilikan saham sekaligus mendongkrak valuasi BusinessNext hingga menyentuh angka $700 juta atau setara dengan Rp12,53 triliun.
Strategi Ekspansi Global dan Infrastruktur Penjualan
Kemitraan ini memberikan akses langsung bagi BusinessNext ke dalam jaringan penjualan global milik ServiceNow. Pendiri sekaligus CEO BusinessNext, Nishant Singh, menjelaskan bahwa perusahaannya memilih untuk bekerja sama dengan ServiceNow alih-alih investor finansial tradisional guna mempercepat ekspansi internasional.
Melalui kerja sama tersebut, BusinessNext dapat memanfaatkan infrastruktur pemasaran dan penjualan global yang dimiliki oleh ServiceNow di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal. Singh mendefinisikan kolaborasi ini sebagai kemitraan strategis yang diperkuat melalui suntikan dana segar dari pihak ServiceNow.
Integrasi Teknologi Perbankan dan Otomatisasi Alur Kerja
Kolaborasi ini menggabungkan keunggulan dari masing-masing perusahaan dalam hal pengelolaan operasional institusi keuangan. BusinessNext berfokus pada perangkat lunak yang mengelola alur kerja perbankan yang berinteraksi langsung dengan nasabah.
Di sisi lain, ServiceNow memiliki kekuatan utama pada sistem otomatisasi alur kerja dan sistem back-office. Kedua perusahaan berencana untuk memasarkan kombinasi teknologi tersebut secara bersama-sama kepada berbagai lembaga keuangan global.
Profil dan Kinerja Bisnis BusinessNext
Berdiri sejak tahun 2002 dan sebelumnya dikenal dengan nama CRMNext hingga tahun 2022, BusinessNext berbasis di Noida, India, dan mempekerjakan lebih dari 1.300 staf. Perusahaan ini mencatatkan pendapatan sekitar $32 juta atau sekitar Rp572,89 miliar pada tahun finansial terakhirnya dengan tingkat profitabilitas yang terjaga.
Basis klien BusinessNext mencakup lebih dari 70 bank yang tersebar di India, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Beberapa institusi keuangan terkemuka yang menjadi pelanggan meliputi Reserve Bank of India, State Bank of India, serta HDFC Bank.
| Kategori Data | Rincian Informasi |
|---|---|
| Nilai Investasi | $40 juta (sekitar Rp716,12 miliar) |
| Valuasi Perusahaan | $700 juta (sekitar Rp12,53 triliun) |
| Kepemilikan Saham | Sekitar 5% |
| Pendapatan Tahunan Terakhir | Sekitar $32 juta (sekitar Rp572,89 miliar) |
| Jumlah Karyawan | Lebih dari 1.300 orang |
Adopsi Kecerdasan Buatan dalam Operasional Perbankan
Kulmeet Bawa, Wakil Presiden Grup dan Direktur Pelaksana ServiceNow untuk India dan SAARC, menyatakan bahwa sektor jasa keuangan di India berada pada titik belok transisi. Institusi perbankan kini mulai beralih dari tahap eksperimen digital menuju operasional skala penuh yang didorong oleh kecerdasan buatan.
BusinessNext sendiri telah merancang platform perbankan otonom menggunakan agen kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi alur kerja perbankan. Seluruh data sensitif nasabah tetap dijaga kerahasiaannya dengan menggunakan infrastruktur kecerdasan buatan privat demi mematuhi regulasi privasi yang berlaku.
Sebelum kesepakatan ini, BusinessNext telah mengumpulkan pendanaan eksternal lebih dari $60 juta atau sekitar Rp1,07 triliun dari sejumlah investor. Jajaran investor terdahulu perusahaan ini mencakup Avataar Ventures, Norwest Venture Partners, dan Ascent Capital.
Sumber Referensi: TechCrunch – ServiceNow bets $40 million on Indian banking software specialist to expand its financial services push
Tim Redaksi: Redaksi DomainJava
Penulis: Mafatihatul Maziyyah





