Pemerintah Amerika Serikat Peringatkan Peretas Terkait Iran Incar Fasilitas Air dan Energi

Peretas yang didukung pemerintah Iran dikonfirmasi tengah aktif menyusup dan mengganggu sistem kontrol industri pada penyedia layanan air dan energi di Amerika Serikat.

Inti berita ini adalah:

  • Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan adanya gangguan sistem kontrol industri pada penyedia air dan energi oleh peretas yang didukung Iran.
  • FBI, NSA, Departemen Energi, dan CISA merilis peringatan resmi setelah peretas menargetkan pengontrol logika terprogram yang terhubung ke internet.
  • Serangan siber ini telah memperluas cakupan produk yang disusupi, meliputi merek Rockwell, Schneider Electric, dan Siemens.
  • Peretas dilaporkan mengubah logika pemrograman pengontrol untuk melumpuhkan proses penutupan dan alarm kritis.

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi memperingatkan bahwa peretas yang didukung oleh pemerintah Iran tengah aktif menyusup serta mengganggu sistem kontrol industri pada penyedia layanan air dan energi domestik. Peringatan baru tersebut dirilis setelah badan-badan federal sebelumnya mendeteksi eskalasi aktivitas peretasan dari aktor Iran di tengah perang yang sedang berlangsung. Berdasarkan laporan yang dihimpun, serangan siber ini menyasar infrastruktur penting guna memicu gangguan operasional berskala luas di Amerika Serikat.

Peringatan Bersama Badan Federal

Dalam penasihat yang diperbarui pada hari Rabu, FBI, NSA, Departemen Energi, dan CISA mengungkapkan bahwa peretas Iran menargetkan pengontrol logika terprogram pada jaringan operasional yang terhubung ke internet. Tindakan tersebut memungkinkan para peretas untuk memanipulasi data pada layar tampilan perangkat, yang kemudian memicu pemadaman serta gangguan layanan.

Awal tahun ini, para peretas Iran tersebut mulanya ditemukan mengincar pengendali buatan Rockwell. Namun, penasihat keamanan terbaru memperluas jenis sistem kontrol industri yang diserang dengan memasukkan produk-produk buatan Schneider Electric dan Siemens.

Potensi Dampak Infrastruktur Kritis

Badan-badan federal memperingatkan bahwa berpotensi seluruh sistem kontrol industri yang terpapar ke internet dapat terdampak oleh ancaman siber ini. Pemilik infrastruktur kritis didesak untuk segera mengambil tindakan pencegahan demi mengamankan jaringan operasional mereka masing-masing.

Menurut dokumen penasihat, peretas yang didukung Iran tersebut melakukan aktivitas ini untuk menimbulkan efek gangguan di dalam wilayah Amerika Serikat. Aksi tersebut diyakini sebagai bentuk respons atas perang yang sedang berlangsung antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Manipulasi Proses Keselamatan

Berdasarkan keterangan FBI, peretas berhasil membobol salah satu penyedia infrastruktur kritis dan mengubah logika pemrograman pengontrol. Tindakan itu dilakukan untuk menonaktifkan proses yang menangani pemadaman kritis serta sistem alarm peringatan dini.

Pihak berwenang menyatakan bahwa manipulasi tersebut membuat sistem dapat masuk ke kondisi yang tidak aman tanpa memberitahu operator mengenai anomali yang terjadi. Hal ini meningkatkan risiko kegagalan operasional yang membahayakan keselamatan fasilitas vital tersebut.

Rangkaian Serangan Siber Regional

Insiden ini menjadi rangkaian terbaru dari serangkaian serangan siber yang dilancarkan oleh peretas pemerintah Iran dan proksi mereka di berbagai wilayah. Eskalasi serangan ini tercatat terus meningkat sejak dimulainya perang pada bulan Februari lalu.

Berbagai aksi peretasan tersebut mencakup operasi spionase serta pembobolan dan pembocoran data konvensional. Salah satu contohnya adalah pembocoran isi akun email pribadi Direktur FBI Kash Patel ke publik.

Aksi Perusakan Skala Besar

Selain spionase, kelompok peretas juga melancarkan perusakan tidak biasa yang menimbulkan kerusakan serta gangguan berskala besar. Salah satu insiden paling menonjol melibatkan serangan siber terhadap raksasa teknologi medis Amerika Serikat, Stryker.

Serangan tersebut memungkinkan kelompok peretas Iran bernama Handala untuk menghapus puluhan ribu perangkat karyawan dari jarak jauh. Handala juga mengklaim bertanggung jawab atas pelanggaran data yang berdampak pada penyedia air California, Cal Water, pada bulan Juni.

Kelompok tersebut mengeklaim mampu mengganggu pasokan air, meskipun mereka tidak memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut. Sementara itu, pihak penyedia air menyatakan bahwa mereka tidak melihat adanya bukti akses unauthorized ke jaringan operasional yang mengontrol pasokan air.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan laporan resmi dan penasihat keamanan siber pemerintah Amerika Serikat terkait ancaman infrastruktur kritis. Untuk pemantauan informasi keamanan siber dan pembaruan penasihat resmi secara langsung, pembaca dapat merujuk ke situs web resmi Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA).

Sumber Referensi: TechCrunch

Tim Redaksi: Redaksi DomainJava

Penulis: