Inti berita ini adalah:
- Meta merilis iklan promosi AI terbaru yang menampilkan visual optimis dan seruan bahwa masa depan adalah untuk semua orang.
- Latar musik iklan tersebut menggunakan lagu David Bowie berjudul “Five Years” yang bercerita tentang kepanikan ras manusia menghadapi kepunahan massal dalam waktu lima tahun.
- CEO Meta Mark Zuckerberg turut membagikan video tersebut sembari menyatakan keyakinannya bahwa teknologi AI akan membantu setiap orang mencapai potensi maksimal.
- Sejumlah pemimpin industri teknologi kerap terinspirasi oleh karya fiksi ilmiah atau narasi distopia yang justru memperingatkan bahaya teknologi.
- Survei terbaru Pew mencatat hanya 16% warga Amerika Serikat yang meyakini dampak AI terhadap masyarakat dalam 20 tahun ke depan akan bernilai positif.
Meta meluncurkan sebuah kampanye iklan video terbaru untuk mempromosikan optimisme kecerdasan buatan atau AI di tengah perdebatan global mengenai dampak teknologi tersebut. Iklan berdurasi singkat yang turut dibagikan oleh CEO Meta Mark Zuckerberg ini menampilkan visual orang-orang yang tersenyum dan beraktivitas secara berdampingan. Namun, kampanye tersebut menuai sorotan tajam karena menggunakan lagu David Bowie berjudul “Five Years” yang secara naratif mengisahkan kepunahan massal bumi dalam waktu lima tahun.
Awal Mula Iklan Kontroversial Meta
Iklan terbaru Meta dibuka dengan adegan hitam-putih yang memperlihatkan seseorang membaca berita-berita panik mengenai AI yang diklaim akan mengambil alih pekerjaan dan memicu krisis global. Narator dalam video tersebut kemudian membantah kekhawatiran tersebut dan menyatakan ketidaksetujuannya secara tegas.
Video kemudian berubah menjadi berwarna dengan menampilkan berbagai momen kebahagiaan seperti orang-orang tersenyum, menari di atap gedung, berenang di danau, hingga berpelukan bersama kerabat. Narator menutup pesan dengan menyatakan bahwa perusahaan menaruh taruhan besar pada manusia dan meyakini bahwa masa depan adalah hak bagi semua orang.
Penggunaan Lagu David Bowie
Di balik narasi optimis tentang revolusi teknologi bagi umat manusia, pilihan lagu pengiring dalam iklan tersebut justru dinilai bertolak belakang. Lagu yang mengiringi visual bahagia tersebut adalah “Five Years” karya musisi legendaris David Bowie.
Secara kontekstual, lagu tersebut menceritakan kepanikan populasi bumi setelah menerima kabar bahwa dunia akan ketiadaan waktu dan hancur dalam lima tahun akibat bencana kepunahan. Pemilihan penggalan lirik yang berulang kata “people” dalam lagu itu diduga diambil tanpa mempertimbangkan makna keseluruhan lagu yang kelam.
Tanggapan Pimpinan Teknologi
Keputusan pemilihan latar musik yang kontras ini langsung menarik perhatian publik terhadap rekam jejak para pemimpin industri teknologi. Sejarah mencatat sejumlah perusahaan besar kerap menggunakan tema karya fiksi ilmiah atau distopia sebagai sumber inspirasi produk mereka.
Meta sebelumnya pernah memberikan novel fiksi ilmiah “Ready Player One” kepada karyawan baru, sebuah cerita mengenai dunia distopia di mana perusahaan teknologi virtual reality menjadi terlalu kuat dan jahat. Pimpinan perusahaan lain seperti CEO OpenAI Sam Altman dan perusahaan Palantir juga kerap mengambil referensi dari film atau kisah fiksi yang memperingatkan risiko penyalahgunaan teknologi.
Tren Iklan AI yang Dianggap Aneh
Langkah promosi Meta bukan satu-satunya kampanye industri kecerdasan buatan yang memicu kebingungan publik dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan pengembang AI Anthropic baru-baru ini juga merilis sebuah video promosi bernada suram.
Video dari Anthropic menampilkan serangkaian gambar rumah terbakar, pengawasan pengenalan wajah, tunawisma, hingga barisan nisan di pemakaman. Pesan tersebut disampaikan untuk menunjukkan kesadaran perusahaan terhadap risiko AI, meskipun banyak pihak menilai nuansa visualnya mirip dengan suasana kiamat.
Pandangan Masyarakat Terhadap AI
Upaya berbagai perusahaan teknologi besar dalam membentuk persepsi publik yang positif tampaknya belum membuahkan hasil yang signifikan. Hasil survei terbaru dari lembaga riset Pew menunjukkan bahwa hanya 16% warga Amerika Serikat yang menilai dampak AI terhadap masyarakat dalam dua dekade mendatang akan bersifat positif.
Sebanyak 40% responden justru meyakini bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan sosial masyarakat secara luas. Hal ini menunjukkan tantangan besar bagi perusahaan seperti Meta untuk meyakinkan publik di tengah narasi pemasaran yang kerap menuai perdebatan.
Sumber Referensi: TechCrunch
Tim Redaksi: Redaksi DomainJava
Penulis: Mafatihatul Maziyyah




