Inti berita ini adalah:
- Platform edtech Imagi mengumumkan perolehan pendanaan putaran awal sebesar $4,5 juta atau sekitar Rp80.563.350.000 pada Kamis.
- Pendanaan tersebut melibatkan investor seperti Brighteye Ventures, Day One Capital, dan artis Will.i.am.
- Imagi bekerja sama dengan alat vibe-coding Lovable dan mendapat dukungan kredit senilai $1 juta dari OpenAI untuk akses sekolah gratis.
- Perusahaan telah menjangkau lebih dari 700.000 siswa di 140 negara sejak pertama kali diluncurkan.
- Dana segar ini akan digunakan untuk memperluas skala ke lebih banyak sekolah, investasi penjualan, perekrutan, dan peluncuran platform baru.
Dora Palfi yang berasal dari keluarga pendidik meluncurkan perusahaan Imagi bersama Beatrice Ionascu pada tahun 2018. Perusahaan rintisan di bidang teknologi pendidikan ini menyediakan alat bagi siswa dan guru tingkat K-12 untuk membangun kurikulum seputar pemrograman, keterampilan komputer dasar, serta literasi kecerdasan buatan.
Pada hari Kamis, Imagi mengumumkan perolehan pendanaan putaran awal sebesar $4,5 juta atau sekitar Rp80.563.350.000. Sejumlah investor turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini, termasuk Brighteye Ventures, Day One Capital, dan artis ternama Will.i.am.
Kerja Sama Strategis dan Dukungan OpenAI
Pada bulan November lalu, Imagi mengumumkan kemitraan dengan alat vibe-coding Lovable. Kemitraan ini memungkinkan para guru membuat pelajaran dan memberikan akses terkontrol kepada siswa agar mereka dapat mempelajari vibe coding dengan pengawasan yang aman.
OpenAI turut memberikan dukungan berupa kredit senilai $1 juta atau sekitar Rp17.903.000.000 agar sekolah-sekolah dapat mengakses alat kolaborasi Imagi dan Lovable secara gratis. Palfi menyatakan bahwa dukungan tersebut membantu perusahaan dalam terus menyediakan uji coba gratis serta akses freemium.
Sejumlah contoh pemanfaatan alat ini telah terlihat di ruang kelas. Seorang guru dilaporkan berhasil membangun aplikasi untuk menerjemahkan kurikulumnya ke dalam 15 bahasa yang digunakan oleh para siswanya di dalam kelas.
Penerapan Aman di Lingkungan Sekolah
Produk ini dikembangkan sebagai respons terhadap perdebatan mengenai cara penerapan kecerdasan buatan di sekolah. Palfi menjelaskan bahwa para pengembang di balik OpenAI dan Lovable merupakan ahli dalam membangun perangkat kecerdasan buatan mutakhir, sementara para ahli pendidikan memiliki pengetahuan untuk menerapkannya secara aman di kelas.
Sistem keamanan platform ini memastikan bahwa setiap perintah dan respons yang dihasilkan disaring terlebih dahulu, di mana pelanggaran akan dihapus sebelum mencapai siswa. Imagi juga mematuhi berbagai regulasi perlindungan data anak dan privasi pendidikan.
| Regulasi Kepatuhan | Keterangan |
|---|---|
| COPPA | Children’s Online Privacy Protection Act |
| FERPA | Family Educational Rights and Privacy Act |
| GDPR | General Data Protection Regulation Uni Eropa |
Sistem ini tidak melakukan penyimpanan data dan mitra Imagi tidak menggunakan data serta aktivitas siswa untuk melatih model. Platform ini juga melatih para guru agar dapat menggunakan perangkat kecerdasan buatan dan pemrograman dengan percaya diri saat mengajar siswa.
Rencana Ekspansi dan Pengembangan Platform
Palfi berpendapat bahwa sistem pendidikan perlu menyesuaikan diri dengan realitas bahwa sebagian besar anak sudah menggunakan kecerdasan buatan. Menurutnya, anak-anak perlu diajarkan untuk membangun sesuatu menggunakan teknologi tersebut alih-alih hanya menjadi konsumen pasif.
Sejak diluncurkan, Imagi telah bekerja sama dengan lebih dari 700.000 siswa di 140 negara. Dana segar dari pendanaan terbaru ini akan dialokasikan untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak sekolah, berinvestasi pada penjualan tingkat distrik, melakukan perekrutan, serta membangun fitur produk baru.
Perusahaan juga bersiap untuk meluncurkan sebuah platform baru pada bulan depan guna memperluas penawaran layanan pendidikannya kepada para siswa dan guru di seluruh dunia.
Sumber Referensi: TechCrunch
Tim Redaksi: Redaksi DomainJava
Penulis: Mafatihatul Maziyyah





