Inti berita ini adalah:
- Google menambahkan opsi rekaman video selfie sebagai metode baru untuk masuk ke dalam akun pengguna.
- Pengguna harus melakukan gerakan kepala yang dipandu untuk menangkap berbagai sudut wajah demi membuktikan keberadaan fisik secara langsung.
- Fitur ini dirancang untuk mengatasi tantangan verifikasi identitas di tengah maraknya teknologi video buatan AI dan ancaman pemalsuan *deepfake*.
Google mengumumkan peluncuran opsi rekaman video selfie sebagai cara baru bagi pengguna untuk masuk ke akun mereka pada hari Kamis. Langkah ini menempatkan perusahaan teknologi tersebut ke dalam tren yang berkembang di industri digital, di mana biometrik mulai menggantikan peran kata sandi tradisional dalam verifikasi identitas daring.
Berdasarkan informasi draf yang dirilis, raksasa teknologi ini menyatakan bahwa rekaman video selfie memberikan alternatif tambahan bagi pengguna yang terkunci dari akun mereka. Fitur ini dirancang khusus untuk situasi ketika pengguna tidak memiliki akses ke perangkat telepon atau komputer yang biasa mereka gunakan sehari-hari.
Cara Kerja Verifikasi Video
Pengguna dapat mengatur metode video selfie ini dengan melihat langsung ke kamera perangkat mereka. Sistem kemudian akan memandu pengguna untuk menyelesaikan beberapa gerakan kepala seperti menoleh ke kiri, ke kanan, atau mengangguk guna merekam berbagai sudut wajah secara menyeluruh.
Jika pengguna mengalami kendala saat masuk ke akun di lain waktu, mereka dapat mengambil video selfie baru untuk mendapatkan kembali aksesnya. Sistem Google kemudian akan membandingkan rekaman video baru tersebut dengan video yang disimpan saat pertama kali diatur guna mengonfirmasi identitas pemilik akun yang sah.
Lapisan Keamanan Terhadap Deepfake
Tantangan utama yang coba diselesaikan oleh Google adalah membuktikan bahwa manusia sungguhan, bukan bot atau video hasil rekayasa, yang berada di balik layar kamera. Sistem keamanan berlapis diterapkan untuk mencegah upaya peniruan identitas menggunakan foto palsu dan video rekayasa tingkat lanjut atau *deepfake*.
Saat menggunakan video selfie untuk masuk, sistem mencocokkan rekaman dengan selfie yang tersimpan serta mewajibkan gerakan langsung guna membuktikan video tersebut diambil secara langsung. Perusahaan juga mengintegrasikan praktik keamanan standar untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas masuk yang mencurigakan.
Perlindungan Privasi Pengguna
Penerapan teknologi cek kehadiran fisik atau *liveness checks* kini menjadi kebutuhan mendasar bagi perusahaan yang menangani proses masuk, pembayaran, dan data sensitif di tengah kemajuan konten video buatan kecerdasan buatan. Kendati demikian, inovasi ini turut memicu kekhawatiran terkait privasi pengguna dan pengumpulan data biometrik yang semakin diawasi ketat oleh regulator.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Google menegaskan bahwa rekaman video selfie disimpan secara aman menggunakan teknologi enkripsi dan tetap terlindungi meskipun sedang tidak digunakan. Selain itu, pengguna diberikan kebebasan untuk menghapus video tersebut dari akun Google mereka kapan saja.
Sumber Referensi: TechCrunch
Tim Redaksi: Redaksi DomainJava
Penulis: Mafatihatul Maziyyah



