Inti berita ini adalah:
- Jarak tempuh berbayar Robotaxi Tesla turun sekitar 36% dari 1,1 juta mil pada kuartal pertama menjadi sekitar 700.000 mil pada kuartal kedua.
- CEO Elon Musk menyatakan perlunya mengumpulkan data khusus untuk Cybercab sebelum mengergakkan kendaraan tersebut dalam jumlah besar di jalan raya.
- Eksekutif Tesla menegaskan pendekatan operasional yang sangat berhati-hati demi menjaga keselamatan publik dan menghindari pengawasan ketat regulator.
- Tesla mempertahankan keputusan untuk tidak menggunakan sensor radar atau lidar pada teknologi otonominya.
Jaringan layanan Robotaxi milik Tesla mencatat penurunan jarak tempuh untuk pelanggan berbayar pada kuartal kedua dibandingkan kuartal pertama tahun ini, berdasarkan data grafik yang dirilis perusahaan pada hari Rabu. Penurunan kuartal ke kuartal ini bertolak belakang dengan retorika dan ambisi perusahaan dalam setahun terakhir, di mana CEO Elon Musk sempat menyatakan komitmen penuh terhadap otonomi penuh kendaraan pada tahun 2024.
Penurunan kinerja ini terjadi di tengah lesunya laba bersih pada lini bisnis inti Tesla yang dilaporkan tidak memenuhi ekspektasi Wall Street. Sebagai dampaknya, saham perusahaan mengalami penurunan lebih dari 13% pada perdagangan awal hari Kamis.
Analisis Data Jarak Tempuh
Berdasarkan grafik perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan antara Agustus 2025 dan Juni 2026, angka yang ditampilkan bersifat kumulatif. Ketika diperinci per kuartal, armada Model Y yang membawa penumpang berbayar mencatat jarak tempuh sekitar 1,1 juta mil pada kuartal pertama.
Angka tersebut merosot tajam menjadi sekitar 700.000 mil pada kuartal kedua, yang merepresentasikan penurunan sebesar 36%. Penurunan ini terjadi meskipun Tesla telah memperluas cakupan wilayah operasionalnya ke enam kota di wilayah Texas dan Florida dengan kombinasi kendaraan terawasi dan tanpa pengawas.
Tesla juga menyertakan jarak tempuh berbayar di Area Teluk San Francisco ke dalam cakupan layanan Robotaxi. Wilayah tersebut masih menggunakan pengemudi keselamatan di balik kemudi karena kendaraan belum mengantongi izin otonom penuh dari negara bagian.
Strategi dan Fokus pada Cybercab
Dalam panggilan konferensi hasil keuangan kuartal kedua, Elon Musk memberikan penjelasan terkait lambatnya skala pertumbuhan layanan Robotaxi. Menurutnya, perusahaan harus mengumpulkan data khusus yang relevan dengan Cybercab sebelum memperbanyak jumlah armada tersebut di jalan raya.
Cybercab dirancang sebagai sedan dua tempat duduk khusus yang akan mendominasi armada otonom di masa depan. Berbeda dengan Model 3 atau Model Y yang telah beredar dalam jumlah jutaan unit, Tesla harus memasang roda kemudi serta pedal rem dan akselerasi pada Cybercab uji coba guna mengumpulkan data dan mengkalibrasi sasis kendaraan.
Pernyataan ini menandai pergeseran dari klaim perusahaan selama bertahun-tahun sebelumnya. Selama ini, Tesla mengandalkan jutaan mobil pelanggan yang secara senyap mengumpulkan data di latar belakang guna melatih perangkat lunak Full Self-Driving dan sistem robotaxi.
Faktor Keselamatan dan Pengawasan Regulasi
Para eksekutif Tesla menyatakan bahwa lambatnya ekspansi ini didasari oleh prinsip kehati-hatian demi mencegah kecelakaan. Musk mengungkapkan kekhawatiran bahwa insiden tunggal pada armada robotaxi akan memicu sorotan media global dan respons pengetatan regulasi yang agresif.
Ashok Elluswamy selaku Wakil Presiden Kecerdasan Buatan (AI) Tesla mengklaim bahwa armada Robotaxi telah mencatatkan lebih dari 380.000 mil tanpa insiden berarti saat beroperasi tanpa pengawas keselamatan. Kendati demikian, catatan keselamatan resmi National Highway Traffic Safety Administration menunjukkan 22 insiden tabrakan sejak uji coba dimulai.
Laporan tersebut mencakup kendaraan lain yang menabrak Robotaxi, tiga insiden akibat kendali jarak jauh oleh operator tele, serta beberapa kejadian benturan kecepatan rendah dengan objek seperti trotoar, tiang utilitas, dan truk derek.
Perbandingan Teknologi Sensor Otonom
| Komponen Sensor | Pendekatan Tesla | Pendekatan Industri (Waymo) |
|---|---|---|
| Kamera Visual | Digunakan secara penuh | Digunakan |
| Radar | Tidak digunakan | Digunakan |
| Lidar | Tidak digunakan | Digunakan |
| Peta Definisi Tinggi (HD Maps) | Tidak diandalkan | Digunakan |
Tesla tetap membela keputusan strategisnya dalam membangun sistem otonom yang sepenuhnya mengandalkan kamera tanpa bantuan sensor radar maupun lidar. Ashok Elluswamy menegaskan bahwa pendekatan berbasis kamera terbukti mampu menghadirkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi tanpa memerlukan perangkat keras tambahan yang rumit.
Di sisi lain, manajemen tetap optimistis mengenai potensi pertumbuhan jangka panjang layanan ini. Pihak perusahaan mengklaim bahwa jarak tempuh tanpa pengawas mencatat pertumbuhan konsisten sekitar 10% setiap minggunya sejak akhir tahun lalu.
Sumber Referensi: TechCrunch – Tesla’s robotaxis are moving in reverse
Tim Redaksi: Redaksi DomainJava
Penulis: Mafatihatul Maziyyah




